6

Mau liburan ke Jepang tapi ragu sama makanan halalnya?Royal Indonesia jawabannya!

Jepang! Salah satu negara maju di dunia ini, memang ga ada habisnya untuk diceritakan ya 🙂 Berbeda dengan negara maju lainnya, Jepang punya ciri khas & keunikan sendiri ; dari mulai kebudayaan & adat istiadat yang masih dipelihara, penduduk yang sangat ramah dan sangat menghormati orang lain, tingkat kriminalitas yang sangat rendah dimana dompet-dompet yg terjatuh bisa kembali ke pemiliknya, kebersihan dan keteraturan di segala aspek, teknologi canggih yang membuat hidup jadi lebih praktis, fashion kekinian ala jepang, dan yang paling penting makanannya yang wajib banget dicoba!

IMG_5605

Salah satu ikon dan gunung tertinggi di Jepang, Fuji

Saya pribadi awalnya ga terlalu suka dengan makanan Jepang. Lidah Indonesia saya yang terbiasa dengan rasa & bumbu yang tajam serta pedas, ketika makan makanan Jepang rasanya ada yang kurang. Tapi setelah menginjakan kaki di Jepang, barulah saya jatuh cinta sama makanan Jepang! Bahan baku nya yang selalu fresh, olahan yang simple tapi bikin masing-masing bahannya lebih ‘keluar’ cita rasanya, dan cara penyajian yang unik, rapi dan cantik, bikin acara makan makin spesial!!

Di Jepang sendiri, aktivitas makan memang spesial. Sudah menjadi kebiasaan untuk selalu menyiapkan alas makan, handuk basah untuk membersihkan tangan/mulut, juga duduk. Persis dengan ajaran Islam ya, makan dengan posisi duduk, bukan berdiri. Menu ditaruh secara terpisah supaya rasa masing-masing menu masih terjaga. Dilengkapi dengan nasi lembut hangat khas Jepang, atau mie seperti soba, ramen, dan udon yang bisa dipilih hangat/dingin. いただきます/ Itadakimasu (selamat makan)..Slurrpp!!

Sayangnya, karena bukan negara yang bermayorotas muslim, kita harus berhati-hati saat memih restoran. Yang paling bikin hati nyaman juga puas untuk menyicip semua menu di restoran, ya pilih restoran halal. Tapi mencari makanan halal di Jepang, ga semudah di Indonesia karena hampir semua masakan Jepang mengandung mirin, sake, alkohol, juga dagingnya pun tidak disembelih sesuai ajaran Islam. Belum lagi kendala bahasa & tulisan yang hampir semuanya menggunakan kanji T_T.

IMG_5611

Masjid Camii. Populer karena indahnya arsitektur gaya Ottoman-Turki dan letaknya yang strategis di tengah kota Tokyo.

Paling nyaman memang memilih travel yang menyediakan makanan halal. Liburan kita juga jadi optimal karena ga usah pusing lagi mikir jadwal, makan dll nya. Saya merekomendasikan Travel Tour Wisata Jepang = Homepage (Royal Indonesia Travel) atau detailnya bisa lihat di link : Wisata Halal Jepang = ( Wisata Halal Japan, Halal Tour Japan Golden Route, Halal Tour Japan Kanto Theme Park, Halal Tour Japan Kanto Route)

Ada beberapa macam paket tur menarik yang ditawarkan. Salah satunya,Halal Tour Japan Golden Route Dengan biaya hanya belasan juta rupiah, kita sudah bisa menikmati indahnya dan ramahnya kota Tokyo dan sekitarnya selama 6 hari! Biaya tersebut sudah termasuk :

1. Penerbangan internasional kelas ekonomi PP dengan maskapai ANA, maskapai terbesar di Jepang.

2. Akomodasi, transportasi & makanan halal, sesuai program
Visa Jepang.

Jadi tinggal duduk manis menikmati istimewa nya Jepang, makanan dan keramahannya 🙂

3. Pemandu wisata.

Di negeri orang, apalagi di negara yang bukan termasuk english-speaking country, adanya pemandu wisata penting banget. Segala keunikan dan keistimewaan Jepang akan semakin bisa kita rasakan karena penjelasan dari pemandu wisata.

4. Asuransi perjalanan.

Ini juga penting banget, mengingat biaya kesehatan di Jepang yang sangat mahal.

Negara Jepang memiliki sistem pencegahan yang luar biasa detail, dan itulah salah satu yang membuat kualitas hidup di Jepang sangat tinggi dan sebaliknya resiko sakit dan kecelakaan kecil     . Alhamdulillah Royal Indonesia sudah memikirkan dan menyiapkan semua hal penting yang diperlukan pesertanya.

5. Tour leader dari Jakarta (min. 20 dewasa).

Selama 6 hari, banyak sekali yang bisa dikunjungi, diantaranya :

1. Mount Fuji dan museumnya

2. Oshinohakkai, mata air gunung  Fuji

3. Shizuoka Tea Plantation & MihonoMatsuhara, perkebunan teh terbesar di Jepang.

Teh merupakan minuman wajib di Jepang. Salah satu jenis teh yang terkenal yaitu Green Tea/Matcha. Khasiatnya menurunkan tekanan darah, kandungan gula dalam darah, anti-aging, menurunkan lemak dan memerangi kanker.

Biasanya di tiap restoran, disediakan teh secara gratis. Teh juga tersedia di supermarket, convenience store dan vending machine yang tersebar di hampir semua sudut kota. Uniknya, kita bisa memilih minuman hangat/dingin. Biasanya untuk musim dingin, banyak disediakan minuman hangat, dan sebaliknya. Dan bukan hanya minuman, tapi berbagai snack dan kebutuhan lain juga bisa dibeli di vending machine loh. Wajib untuk dicoba ya belanja di vending machine 🙂

4. Kiyomizudera Temple, kuil terbesar dijepang yang terletak di Kyoto

5. Menelusuri Sannenzaka dan NinnenZaka. Berada di sini seperti kembali ke masa lalu, diantara bangunan tradisional yang tetap dilestarikan

6. Menelusuri Jalan Hanami Koji yang eksotis, di kota Gion. Disini bangunan tradisional juga dilestarikan. Kalau beruntung, kita bisa bertemu Geisha dan Maiko disini.

7. Kyoto Station

8.Mengunjungi Mihonomatsubara, dimana kita bisa menikmati indah dan megahnya Gunung Fuji yg seakan berada tepat di belakang deretan pohon pinus sepanjang pantai.

9. Berbelanja di Gotenba Premium Outlet Mall. Berbagai merk premium jepang dan internasional ada disini. Sambil belanja kita juga dapat menikmati keindahan gunung Fuji. Beruntung jika kita datang saat musim sale yang biasanya diadakan di tiap akhir musim.

10. Mengunjungi Yokohama China town

11. Yamashita park / Yokohama Red Brick Warehouse

12. Daiba park, merupakan pantai buatan yang dikelilingi pusat perbelanjaan dan hiburan.

13. Mengunjungi Akibahara, surganya pecinta elektronik atau mainan 🙂

14. Mengunjungi Asakusa, dimana terdapat kuil dan toko suvenir , juga Ginza dimana banyak terdapat banyak butik ternama merk jepang atau internasional.

Wihh banyak banget kan yang didapat selama 6 hari 🙂 Insya Allah puas dan bikin ketagihan jalan-jalan ke Jepang 🙂

Insya Allah dengan memilih travel khusus halal tour, hati lebih tentram dan perjalanan liburan juga ada nilai ibadahnya  karena disela tur selalu ada jadwal shalat dan makan pun dijamin halal. Sstt..selain ke Jepang, Royal Indonesia juga menyelenggarakan tur haji, umrah, wisata ke berbagai negara seperti Turki, Mesir, Jordan, Jerman, Dubai, Spanyol, Maroko,  Korea, Australia, Bosnia, Palestina dan Cina. Mereka juga menyediakan tur ke beberapa destinasi wisata lokal seperti Lombok, Manado dan Padang. Harganya juga terjangkau loh, dan komplit. Asik banget kan! Yuk pesan sekarang 🙂

0

Late post yg akhirnya ke posting jg setelah beberapa kali mau pas mau ngeklik, ada yg oek :’-

Buat yg tinggal diluar kota, mudik jadi wajib ya setiap lebaran. Tapi buat yg diluar negeri, jarang yang mudik karena ga bertepatan sama libur panjang. Biasanya mudik di libur panjang sekolah yang ada setiap 4 bulan sekali (asik ya hehe) / klo kepepet harus mudik karena ada urusan.hehe alasan ke-2 ini yg bikin saya mudik beberapa kali hehehe antara rezeki sama kepepet juga sebenernya :p.
.
Setelah mudik dengan 1 anak 5tahun&bayi, selanjutnya mudik dengan bayi saja, saking kepepetnya :p. Awalnya ga ngebayangin mudik sama bayi doang, kebayang ribetnya karena ga ada si kakak yg siap ngebantu ibunya yg rempong 😀 Juga kurang seru karena si bayi belum terlalu expresif ga kaya kakakknya yg setiap mau naik pesawat heboh.hehe. Eh ternyata sedikit lebih mudah karena full 7 jam di pesawat ga perlu ke toilet karena ga ada yg harus dianter ke toilet heu..plus ga ada drama klo emak rempong sampe lupa minta seat deket jendela T_T penting banget itu.
.
Oh ya foto ini waktu terakhir mudik bersama bayi.hehe..Pertama kalinya mendarat di terminal 3 Ultimate. yuhuyy, ini baru bandara internasional ^^! Sejak Mei 2017, semua penerbangan Garuda Indonesia Haneda-Jakarta mendarat & berangkat dari terminal 3 bandara internasional soekarno hatta cengkareng. Areanya luas & kayaknya baru Garuda aja jadi makin terasa luas. Walaupun masih agak sepi, restauran udah lengkap. Di gate 8 juga ada area bermain anak. Seru!dan karena keberangkatan tengah malam, serasa milik sendiri area bermainnya :D. Area tunggunya juga nyaman..ada kursi yg bisa setengah tiduran juga..ada TV juga di tiap sudut. Karena pas dateng uda ramee banget & repot nemenin bayi jalan2 jadi ga sempet kefoto juga deh ni ruang tunggu :s
.
Tapiiii…(ini mungkin yg bikin ‘seru’ tiap mudik, ada aja masalahnya hehehe) yang aga membingungkan karena di terminal kedatangan internasional, mobil ga bisa drop off ngambil/nurunin penumpang. Jadi cuma ada area parkir, dimana seperti biasa area parkirnya penuh T_T. Juga jangan harapkan terhubung dengan wifi gratisan :s. Saat itu saya beruntung banget ternyata setelah berbulan-bulan ga diisi pulsa, ternyata no hp indo masih aktif&bisa WA an! ajaib bener deh..
.
Jadi akhirnya waktu itu saya jalan ke area keberangkatan, sambil gendong bayi & koper jumbo. Ga mudah, karena si bandara bagus ini kan guedeee jadi butuh 30menit an jalan ke area keberangkatan & jangan lupa koper harus diangkat utk discanning lagi T_T grrr tinggal ngambek nyuruh si petugas naikin&nurunin koper :s
.
Nah untuk yg mau cari taxi lebih PR lagi karena di terminal 3 ga ada taksi. Jadi harus ke terminal 1/2 naik shuttle bus, tapi (lagi-lagi) ga koper friendly :s. Saya sempat lihat  shuttle bus ini ada di gate 3, area keberangkatan ya. Anehnya area keberangkatan yg kita lihat banyak mobil nge-drop off, ada tulisan ‘tdk boleh drop off, silahkan parkir’ ..yaa begitulah..

0

Masuk SD, ternyata cukup banyak juga adaptasi yg harus dilewati.

Hari pertama saya sengaja mengantar sampai Rafan terlihat masuk ke gerbang sekolah. Banyak juga orangtua yg mengantar di hari pertama, tapi banyak juga anak yg langsung berjalan sendiri sejak hari pertama sekolah.

Ga kebayang ya klo di Indonesia gimana anak SD kelas 1 jalan sendiri ke sekolah. Apa ga takut diculik/kenapa2 di jalan?Atau lupa arah jalan pulang.
Disini, klo SD yg lokasinya dekat dgn stasiun, anak2 nya naik kereta sendiri juga. Tapi ya ga asal disuruh jalan sendiri, segala sesuatunya uda diperhitungkan pencegahannya.

* Sekitar 1 bulan sebelum masuk SD, orangtua diundang ke SD, diberi penjelasan apa yg harus dijelaskan ke anak saat berjalan ke sekolah. Anak juga diminta latihan berjalan ke sekolah selama liburan (dgn didampingi di belakang)
* Di tiap penyebrangan, disiapkan bendera di tiap sisi nya. Bendera bisa dipakai saat anak akan menyebrang.
* Saat berangkat&pulang sekolah ada volunteer yg standby di penyebrangan jalan. Mereka membantu anak-anak menyebrang.
* Ada rumah/toko/bangunan dgn tanda khusus, anak bisa minta bantuan ke rumah tersebut, jika terjadi sesuatu di jalan. Jadi anak bisa menghafalkan kid-friendly house yg akan dilewati setiap hari.
*Tiap anak juga dilengkapi alarm untuk tanda bahaya,yg digantung di randoseru. Jika ditarik langsung berbunyi nyaring sekali.
* Anak kelas 1 ditandai dengan topi&cover tas kuning, juga pita warna warni yg menandakan lokasi rumah.
* Selain itu, walau di Tokyo (pinggiran hehe) juga ga serame di kampung halaman hehe..Di area perumahan jarang ada mobil & motor lewat. Di jalan raya juga jarang macet.  Bukan karena penduduknya sedikit, tapi karena fasilitas transportasi umum&sistemnya membuat orang lebih memilih memakai transportasi unum.Jadi kereta/bis aja yang penuh banget di di jam berangkat/pulang kerja, tapi menurut saya walau penuh masih aman ga ada desek2an, copet, atau bau semriwing hehe..

Seminggu pertama, sensei (guru) mengantarkan anak kelas 1 pulang ke rumah. Biasanya grup rafan terakhir, mungkin karena paling dekat dengan sekolah.
Walau jalanan sepi begitu, tetap saja mesti waspada ya tengok kanan kiri sebelum nyebrang & angkat tangan/pegang bendera saat nyebrang. Walau jalanan kosong, lampu merah juga tetap harus stop ya ^^

Alhamdulillaah banget dapet rumah yg deket banget SD, sampai bel nya juga kedengeran dari rumah. Jadi untungnya jalan kaki sendiri ke sekolah ini ga jadi masalah.

Masalahnya, Rafan yg biasanya cepat bergaul & saya anggap sudah ga ada masalah di bahasa, di dua hari pertama sekolah ga mau main ke luar kelas saat istirahat. Padahal dulu waktu hari pertama masuk TK, langsung ngebaur ikutan nari2 sama temennya padahal belum bisa bahasa Jepang sama sekali.

Untungnya, selama dua hari itu, para kakak kelas nyamperin & ngajak Rafan main di kelas. Ternyata dia mungkin khawatir, karena lapangan SD yg jauh lebih luas daripada TK&anaknya juga lebih banyak, klo main diluar dia bingung yg mana temennya & mungkin gimana cara balik ke kelasnya hee.. Klo di TK kan saat istirahat gurunya ikut main ke luar.
Area dalam sekolahnya juga kaya labirin mungkin saya juga tersesat klo ditinggal sendirian T_T. Alhamdulillaah setelah dimotivasi, dikasih tau utk janjian pagi2 sama temennya biar main bareng pas istirahat, Rafan mau juga main keluar. Walau tetep aja ga seseneng di TK sih karena ga ada main pasir & perosotan yg muter katanya 😥 haha. Rafan juga heran kenapa di SD kok ga ada mainan di dalam kelas hehehe.

Setiap pagi selama 2 minggu kemarin, kakak kelas juga mendampingi para kelas 1; mengajarkan cara membuka&melepas badge nama, memberi tahu dimana wc, dimana tas & buku nya harus ditaruh dll.

Setelah sekitar 2 minggu, barulah anak kelas 1 dilepas, berangkat & pulang sekolah tanpa di antar lagi.

Juga mulai makan siang di sekolah & ada PR hehe. Kali ini emaknya yg deg2an hehe..
Hari pertama makan siang di sekolah, menu nya kare&saya ga bawain kare karena ga tau. Rafan agak sedih karena dia suka kare :'(. Oh ya klo di SD, makan siang disediakan sama sekolah. Karena menu mereka selalu ada daging&alkoholnya, kita harus bawa makan sendiri setiap hari. Untungnya Rafan ga sendirian, ada 2 anak Syria muslim di kelas lain. Teman setempat duduknya walau orang Jepang, tapi punya alergi jadi setiap hari juga bawa bento.

Lanjut ke hal yg paling deg2an yaitu PR. Hahaha walau banyak temen yg bilang, santai aja pelajaran di jepang gampang banget jauhhh banget sama pelajaran di Indonesia. Tapi tetep aja kendala bahasa membuat segalanya sulit T_T. Untungnya ada temen sesama ortu yg bisa bahasa inggris. Dari dulu di TK baik banget suka bantuin & alhamdulillaah sekarang sekelas lagi (mungkin sengaja dibikin sekelas hehe).Ternyata PR nya cuma disuru baca tulisan. Tulisan itu juga uda sering dibaca di sekolah & bahkan Rafan uda hafal. Hehe.. dan PR membaca text yg sama, dilakukan selama seminggu. Hehehe kantan da yo :p
Belajar berhitung juga baru dikenalin sampai 10.
Ya.. mudah-mudahan walau cuma 2,5 tahun TK&2 tahun SD, kita bisa ambil hal yg baik2 dari sekolah jepang 🙂

0

Akhirnya ‘lewat’ jg tukang bubur ayam..hehe cheating dulu weekend ini :p

Seperti biasa klo cari resep, googling nya : bubur ayam ncc, nanti keluar dr web nya ncc, blognya diah didi, blog justtryandtaste, dll. Tp ini edisi instan pake magicjar takaran beras:air 1:7

View on Path

6

Ke Tokyo, Yuk!!

Kebetulan banyak teman dan saudara yang akan datang ke Tokyo. Nah sekalian aja saya tulis tips jalan-jalan ke Tokyo disini 🙂

DO :

  1. Bahasa Inggris ga laku, hehehe. Kalau kamu ke sini tanpa teman/guide & kamu ga bisa bahasa Jepang, wajib deh bawa kamus. Setelah sempat frustasi krn ga bisa komunikasi dengan kebanyakan orang disini, baru saya paham justru karena ini negara maju, semua sudah disediakan dgn bahasa & tulisan Jepang, jadi mereka ga perlu bisa bahasa Inggris. Semakin kita berusaha mengulang pengucapan bahasa Inggris dgn benar, mereka semakin ga ngerti karena jenis huruf romawi vs jepang saja sudah beda. Mereka mengerti bahasa Inggris yang sudah di bahasa Jepangkan, misal : elevator => erebeta. escalator => esukareta. chocolate => cokoreto.Kalau kamu beruntung bisa kenal dengan orang Jepang yang bisa bahasa Inggris dengan lancar, biasanya mereka pernah tinggal di negara lain. Kalau kita kan rata2 lulusan S1/SMA saja sudah bisa lah bahasa Inggris walaupun sedikit-sedikit 🙂
  2. Masalah bahasa ini jadi penting banget terutama buat muslim untuk mencari makanan halal.

Resto halal bisa di cari di :

  •            http://www.muslim-guide.jp/restaurant/
  •            http://halalnavi.com
  •            http://www.halalmedia.jp/archives/944/list-halal-restaurant-bento-online-store-japan/

Berikut fanpage/grup facebook yang mereview produk halal/boleh dikonsumsi muslim :

Panduan huruf kanji halal-haram bisa dilihat di :

Daftar toko penyedia bahan pangan Halal

a. Ninomiya
http://www.ninomiyacorp.co.jp/information/201507_catalog.pdf

b. Baticrom
http://baticrom.com

c. Toko Indonesia
http://toko-indonesia.org

d. Nasco
http://www.nascohalalfood.com

e. Smile Infinity
http://www.smile-8.jp/

f. Sonali
http://www.onlinehalalfood.com

g. Al Flah
http://www.al-flah.com

h. Probashi
http://www.probashihalalfood.com

i. Al Azhar
http://mall.azhar.jp/oc/

Kalau mentok ga nemu resto yang halal certified (karena memang hanya di beberapa tempat), biasanya saya pilih resto yang kelihatannya bukan resto makanan Jepang (karena kebanyakan makanan Jepang tidak bisa dimakan oleh muslim), terus nanya : “Niku (daging) to (dan) arukooru (alkohol) ga haitteinai (tidak mengandung) menyuu (menu) wa arimasuka (ada ga) ?”
3.  Bawa alas solat, bisa tiker/plastik tebal, yg penting bisa dilipat. Walau sekarang beberapa tempat sudah menyediakan ruangan sholat, seperti bandara & restoran halal, tapi jumlahnya masih sedikit. Tempat favorit kami biasanya di pojokan taman, pojokan tangga darurat, pernah juga terpaksa di stasiun, yang penting usahakan tidak di tempat yg ramai/lalu lalang orang.

Buat muslimah, pakai jilbab panjang dengan rok uda paling enak jadi gausa ganti mukena lagi 🙂

4. Wudhu di wastafel perlahan, usahakan tidak banyak air yg menyiprat ke meja wastafel/lantai. Lap air yg menyiprat dengan tissue. Kebiasaan orang Jepang, toilet & wastafel nya selalu dlm keadaan bersih & kering.

5. Kalau susah melepas kaos kaki, mengusap kaos kaki saja sudah cukup, dengan syarat ketika memakai kaos kaki itu kita sudah dalam keadaan berwudhu (utk bermukim, diizinkan mengusap tanpa membuka kaos kaki selama sehari semalam, utk safar 3 hari). Jadi walau sudah batal wudhu, kita tinggal menyeka kaos kaki dgn sedikit air saja saat wudhu.

6. Orang Jepang benar-benar tertib dalam banyak hal. Biasakan kita juga tertib, antri, sabar menunggu giliran (tidak berdesakan) saat akan menaiki kereta/bus/elevator/eskalator/fasilitas umum lainnya. Berikan jalan untuk orang lain keluar dari kereta/bus/elevator terlebih dahulu, setelah itu baru kita masuk sesuai antrian.

7. Elevator boleh digunakan untuk ibu hamil, ibu yang membawa anak kecil, orang tua, orang berkebutuhan khusus (menggunakan tongkat/kursi roda). Kalau kamu bukan termasuk yg disebutkan itu, naik eskalator/tangga aja ya 🙂

8. Di tiap ujung gerbong kereta juga biasanya ada tempat duduk khusus untuk ibu hamil, ibu yang membawa anak kecil, orang tua, orang berkebutuhan khusus (menggunakan tongkat/kursi roda). Kalau kamu bukan termasuk yg disebutkan itu, duduk di tempat yang lain/berdiri aja ya 🙂 Orang Jepang juga ga fanatik kok ama tempat duduk, ga akan dulu-duluan berebut tempat duduk kosong. Sering juga terlihat banyak orang berdiri padahal ada bangku yang kosong.

Melihat saya dan anak saya (1 bayi di stroller, 1 umur 5 tahun) berdiri, mereka sering menawarkan tempat duduknya yang kemudian dengan senang hati kita sambut, hehe. Tapi giliran suami saya menawarkan tempat duduknya ke ibu Jepang yang menggendong bayi/orang tua, mereka menolak. Katanya sih, kalau mereka menerima tawarannya berarti meng-iyakan kalau mereka sudah tua banget.hehehe.

9. Beri jalan/duduk jika kamu melihat ibu hamil, ditandai bukan dgn perutnya tapi dgn pin bergambar ibu dan anak yg biasanya di gantung di tas. Saya pernah “terselamatkan” karena pin ini. Waktu itu kereta penuh sekali, saya sedang hamil tapi perut ga kelihatan besar karena tertutup jaket. Tapi mungkin karena orang ini melihat pin saya, dia memberikan tempat duduknya ke saya 😀 yeayy hehehe

images

Pin ibu hamil di Jepang

10. Umumnya, orang-orang berdiri di eskalator bagian kiri. Eskalator bagian kanan untuk orang yg ingin mendahului.

11. Pastikan baju yang dibawa sesuai musim ya.

Musim dingin (suhu 0-dibawah 10) : bulan Des – Mar. Wajib pakai jaket winter ya, banyak kok yang jual di Indonesia. Kalau mau yang murah banyak juga kok yang jual bekas hehe, salah satunya dulu saya pernah beli juga di Plaza Bintaro, Tangerang.

Kalau mau sabar sedikit, lebih baik beli barang bekas di Jepang karena lebih banyak pilihan, lebih bagus & lebih murah juga. Yang paling terkenal toko pakaian bekas mode-off. Ada juga hard-off untuk perlengkapan rumah, book-off untuk toko bekas, hobby-off untuk toko mainan bekas.

Untuk yang tahan dingin sih, bulan Maret bisa juga turun grade ke jaket autumn, seperti saya 😀

Musim semi (suhu belasan-20an) : bulan April – Mei.bisa pakai jaket yg biasa dijual di Indonesia.

Musim panas (suhu mendekati 30) : Juni – Sept.bawa baju paling tpis yang kamu punya hehe asal ga nerawang :p

Musim gugur (suhu belasan) : Okt-Nov. Umumnya pakai jaket yang lebih tebel dari yg biasa dipakai di Indonesia. Kalau untuk yang ga tahan dingin, bisa mulai pakai jaket winter.

12. Cek perkiraan cuaca di : http://www.jma.go.jp/jma/indexe.html.

Kalau hujan, baiknya beli payung besar (bukan payung lipat). Payung lipat cuma bisa dipakai kalau hujannya malu-malu alias gerimis. Hujan gede dikit, ditambah angin dijamin kebolak balik payungnya hehe.

Orang Jepang update banget ama perkiraan cuaca, jadi berasa saltum (salah kostum) klo liat orang lain bawa payung dan pakai sepatu boot tapi kita ga bawa apa2.

13. Satu lagi sifat baiknya orang Jepang, kalau kita naik elevator, mereka pasti dulu-duluan jadi penjaga tombol , mempersilahkan orang lain keluar duluan dan menjadi yang terakhir keluar. Kalau ada yang mau masuk, setelah keluar dia akan jagain pintu nya supaya ga ketutup. Segitu baiknya ya 🙂 Ga ada salahnya ya meniru sifat baiknya orang Jepang 🙂

14. Tempat wisata murah bisa cek di :

15. Karena frekuensi jalan kaki akan meningkat drastis dibanding kita di Jakarta, paling nyaman sih pakai sepatu olahraga. Biarin ga matching atas gamis/dress bawah kets, yang penting nyaman. Note : Semua sepatu cantik yang saya bawa dari Indonesia dalam beberapa kali pakai langsung jebol hehehe.

16. Layanan internet paling enak sih sewa portable wifi/modem di bandara. Keluar bandara dijamin pusing karena jarang yang bisa bahasa inggris. Dari pengalaman sepupu yang kemarin datang, hargmalah hampir sama aja dibanding mengaktifkan layanan roaming internasional, dan sinyalnya lebih bagus wifi yg disewa di Tokyo.

17. Asal internet sudah on, asik deh bisa jalan2 sendiri naik kereta/bus dgn bantuan googlemap.

Yang penting diketahui :

  • Perhatikan arah tujuan kereta
  • Umumnya kereta ada 3 jenis : lokal, semi express, express.  Express hanya berhenti di stasiun besar, lokal berhenti di semua stasiun, semi express kombinasi antara express&lokal. Nah keterangan jenis kereta ini ga ada di google map, tapi ada di board di tiap stasiun. Di board ini kita bisa lihat stasiun tujuan kita dilewati kereta jenis apa aja. Jenis kereta juga bisa dilihat di layar/display yg menampilkan jadwal kereta, sabar aja biasanya displaynya gantian menampilkan bahasa jepang&inggris. Biasanya kereta local ditandai dgn huruf hijau dan kereta express dgn warna merah. Di dalam&luar kereta juga biasanya ada display yg menunjukkan jenis kereta.
  • Beruntung di dalam kereta pengumumannya sudah ada dalam bahasa Inggris. Sebelum berhenti akan diumumkan nama stasiunnya dan di pintu mana (kanan/kiri) kita harus turun.
  • Untuk bis, ketika nama pemberhentian yg dituju sudah disebut, silakan pencet tombol yg ada di tiap tempat duduk. Bus hanya akan berhenti jika ada penumpang yang pencet tombol.

18. SIM card disini umumnya sistem paket/kontrak/cicilan dengan hp nya, jadi ga kaya di Indo yang bisaa beli SIM card terpisah.

DONT’s :

  1. Menaikkan kaki ke wastafel saat wudhu di tempat umum.
  2. Nelpon/ngobrol heboh/membiarkan anak nangis di kereta/bis. Dijamin salting (salah tingkah) klo ditatap tajam sama orang Jepang.
  3. Lampu penyebrangan jalan ada 3 jenis : merah – berhenti, hijau – jalan,  hijau kelap kelip – dulu ini saya pikir boleh aja jalan, ternyata lebih baik kita tunggu lagi sampai lampu hijau tanpa kelip menyala lagi 🙂

Sekian, semoga bermanfaat 🙂

 

2

Prosedur ngurus dokumen CoE di kantor Imigrasi buat bawa anak/istri/suami tinggal di Jepang

Mumpung waktu saur masih 2 jam lagi, mari menulis tentang beasiswa lagi. Kali ini lebih ke hal non-teknis,terkait gimana caranya/ prosedur administrasi buat bawa keluarga (suami/istri/anak)ikut tinggal bareng di Jepang. Alhadulillah, permohonan gw buat bawa anak bininyusul ke sini baru saja di acc pihak imigrasi Jepang. Inilah salah satu alasankuat gw milih study di Jepang, yakni kemudahan untuk bawa keuarga bersama kita.Ditambah fasilitas tunjangan yg katanya diberikan kepada anak kita setelah sampai di Jepang.

Pertama-tama, hal penting yg kudu kita tau buat studi ke Jepang adalah CoE (certificate of eligibility). Sebagai calon mahasiswa yg bakal berangkat ke Jepang, tentu saja saat di Indonesia kita kudu ngurus visa student, di kedubes Jepang di Jln MH Thamrin, Jakarta. Nah untuk bisa mendapatkan visa student ini, kita perlu CoE. CoE yg kita butuhkan ini bakal kita dapet dr Sensei (SPV kita di univ) setelah kita dinyatakan lolos seleksi di univ tersebut. Jadi ketika kita udah dapet letter of acceptance dr univ di Jepang, sensei kita bakal ngasih form aplikasi CoE yg kudu kita isi. Form aplikasi CoE tersebut (3 lembar) kita isi, lalu soft copy nya kita kirim balik ke Sensei via email. Waktu gw dulu ngurus CoE, sensei juga minta dikirimkan pas foto asli, bukan soft copy, dan LoG (Letter of Guarantee) dr LPDP sbg pemberi beasiswa. Alhasil selain kirim file aplikasi CoE yg udah gw isi via email, gw juga kudu kirim pas foto n LoG via paket ke Jepang. Setelah semua dokumen diterima oleh sensei (email dan paket surat), sensei bakal ngurus CoE kita ke kantor imigrasi terdekat di Jepang. Di posisi ini, sensei yg akan menjadi guarantor / penanggung jawab terhadap kedatangan kita ke dan selama di jepang, makanya dia yg akan mengurus CoE kita.

Gw ga tau gimana prosesnya, yg pasti dalam pengurusan tersebut, sensei cuma minta application form, foto, dan LoG. Sebulan kemudian, CoE pun selesai diurus oleh sensei dan ga lama, Sensei mengirimkan CoE yg diterima dr pihak imigrasi tersebut ke Indonesia, buat seterusnya CoE tersebut gw pake buat urus visa student di Kedubes Jepang di Jakarta. Tanpa CoE kita ga bisa dapet visa student.

Trus gimana buat urus keluarga yg mau nyusul kita di jepang? secara prinsip prosenya sama, hanya saja pelaku (yg ngurus) dan namanya aja yg berbeda. Sebagai pelajar, buat ke Jepang kta butuh visa student, tapi klo keluarga kita mau nyusul ke jepang n stay disini lama (selama kita studi), maka keluarga kita butuh visa dependent, dan buat dapetin visa dependent, keluarga (anak/istri/suami) butuh yg namanya CoE juga buat kelak dilampirkan saat pengurusan visa dependent di Kedubes Jepang di Indonesia. Siapa yg ngurus CoE keluarga kita di kantor imigrasi di Jepang? Ya jelas si pelajar yg berencana bawa keluarganya ke Jepang, bukan sensei kita. Di posisi ini, kita (sebagai pelajar di univ Jepang) yg menjadi guarantor / penjamin yg keluarga kita selama di Jepang.

Gimana prosesnya. Sebenernya prosesnya ga jauh beda dengan apa yg dilakukan sensei kita saat ngedaftarin CoE kita sebagai pelajar ke pihak imigrasi Jepang. Ada dokumen application form, foto, dll. Lengkapnya sbb, saya kopi dr dokumen yg dikasih rekan saya, Mas Muis dan Istri:

=====================================================================================

CARA MEMBUAT CERTIFICATE OF ELIGIBILITY

Persyaratan Dokumen

a.      Surat Formulir Permohonan COE. Download di website, ada yang dalam bentuk excel

b.     Surat Kesanggupan membiayai anak dan istri/suami.

c.      Terjemahan Akte lahir anak

d.     Fotocopy Akte lahir anak (Akte asli di bawauntuk ditunjukkan).

e.     Terjemahan Surat Nikah

f.       Fotocopy Surat Nikah (Asli di bawa untuk ditunjukkan).

g.      Certificateof Enrollment yg dikeluarkan oleh Univ kita yg mnerangkan klo kita emang sedangstudy di uni tersebut. Klo di Tokyo Tech, tinggal ke student dvision, truspesen lewat mesin, seketika jadi.

h.     Suratdari kampus tentang penghasilan kita sebulan (Certificate of Scholarship). Klo penerima beasiswa monbusho di Tokyo Tech, proses mengurus 3 hari di SuzukakedaiStudent Support Division (gedung J1 lantai 1), langsung dikirim ke lab. Siapkan alamat postbox lab. Klo awardee LPDP bisa pake letter of Guarantee (LoG) dr LPDP.

i.        KTP kita di Jepang (Residence Card, harus dibawa untuk ditunjukkan) dan / atau Surat Keterangan Tinggal (dari pemilik apartemen).

j.       Copy paspor Istri/Suami dan paspor diri sendiri (paspor asli suami/ istri yg ygberstatus pelajar dibawa untuk ditunjukkan).

k.      Pas foto anak dan istri berwarna, 3×4.

l.        Amplop berperangko 380 yen dan ditujukan ke alamat kita di Jepang. Amplop yang lebihkecil dari ukuran B5. Kalau amplop B5 perangkonya 420 yen.

Masa pembuatan Certificate of Eligibility biasanya kurang lebih 1 bulan padabulan-bulan yang tidak ramai (Juni-Des), bulan sibuk selama 1-2 bulan(Jan-Mei).

Certificate of Eligibility masa berlakunya untuk bisa dipergunakan membuat VISA DEPENDENTadalah 3 bulan semenjak tanggal diterbitkannya, jadi perlu diperhitungan kapan keluarga akan datang ke Jepang.

================================================================================================

Terkait dokumen yg kudu disiapin,yg paling penting ada translasi dokumen keterkaitan kita dengan keluarga yg mau dibawa. Klo kita mau bawa istri, berarti kita kudu nyiapin buku nikah yang didalamnya ada nama kita sebagai nama suami dan harus ditranslasi ke BahasaJepang. Klo kita mau bawa anak ya kita kudu nyiapain akte kelahiran anak kita dimana ada nama kita sebagai ayah nya dan juga kudu di translasi jg ke Bahasa jepang. Translasinya g usah ke sworn translator, cukup ke temen kita yg bisa Bahasa jepang, dan template nya juga sudah ada dr bbrapa temen yg pernah ngurus CoE dependent disini. Berhubung buku nikah dan akte kelahiran anak template nya sama buat semua WNI, kita tinggal ganti nama/ tanggal/ mas kawin aja. Oh iya,saat dokumen tersebut dibawa ke kantor imigrasi, kita juga harus bawa dokumen aslinya, takut diminta tunjukan yg aslinya, walaupun saat kasus gw ga diminta juga. Ini yg ga gw persiapin pas berangkat ke Jepang. Akhirnya gw kudu minta tolong istri ngirimin pas foto istri dan anak, surat nikah, dan akte kelahiran anak (kedua nya yg asli, bukan kopian).

Dokumen lainnya silahkan dilengkapi, kyak application form, kesanggupan membiayai dibuat masing-masingsatu rangkap buat masing-masing aplikan CoE. Jadi walaupun isi dari surat kesanggupan membiayai anak dan istri itu mostly sama, ya tetep kudu dibikin terpisah, buat anak satu, buat istri satu. Semua dokumen juga disusun terpisah sesuai list diatas, biar ngemudahin petugasnya ngecek pas nerima berkas kita. Pengurusan CoE ini ga ada sangkut paut nya sama Sensei loh ya.

Klo uda lengkap, silahkan pergike kantor imigrasi terdekat, bisa tanya2 senior yg uda disana. Klo di Tokyo Tech, gw bawa aplikasi gw ke Kantor Imigrasi Kawasaki, dekat Stasiun Shinyurigaoka. 45 menit dari kampus via kereta. Sesampainya disana, dokumen kita yg uda lengkap bakal di cek satu satu. Gw sih ga disuruh nunjukin dokumen asli buku nikah dan akte kelahiran anak. Jadi proses sangat lancar jaya, walaugw ga bisa bhs jepang juga :0. Di loket penerimaan berkas gw Cuma ngasih berkas,ngeliat petugasnya ngecek berkas, trus dia bilang OK, trus bikini slip bukti penerimaan berkas (jgn sampe ilang) trus gw pulang deh. Dan semua proses GRATISSSSSS…

Klo lancar, sebulan kemudian CoE kita bakal dikirim ke alamat rumah/asrama kita di Jepang untuk kemudian bisa kita kirim ke Ind buat keluarga kita bikin visa dependent di Indonesia. Klo ada special case kyak gw, ntah knapa tiba2 gw di kontak pihak imigrasi Jepang buat ngirimin LoG dan Certificate of enrolment yg ASLI ke kantor imigrasi lagi,padahal gw udah ngasih copy nya pas nyerahin berkas n yg asli juga ga diminta buat di tunjukin. Alhasil gw balik lagi tapi ke kantor imigrasi yg berbeda,yakni kantor imigrasi yokohama di daerah shinsugita, 1,5 jam dr kampus TokyoTech.

Mungkin ini aja yg bisa gw share,selamat buat kawan2 yg bakal berangkat ke Jepang via beasiswa apapun n berencana bawa keluarga ke sini, semoga ada gambaran gimana prosesnya.