Akhir sebuah penantian, Awal perjalanan baru [Beasiswa LPDP]

Akhir sebuah penantian, Awalperjalanan baru [Beasiswa LPDP]

 

DUA BELAS…..! Mungkin ini angka spesial buat gw. Yup, setalah 12 kali apply beasiswa sekolah ke luar negeri selama hampir 3 tahun belakangan ini, tanpa ada satupun yang nyantol, akhirnya kesempatan ini datang juga, melalui beasiswa LPDP-Kemenkeu. Kalau ditarik kebelakang, hampir 5 tahun  lalu (durasi gw kerja di BPPT), sekolah lagi sama sekali ga kebayang di otak, wong bahasa inggris n IPEKAH gw pas-pas an J. Jangan kan S2 yang 2 taun, buat ngelanjutin program profesi apoteker yang 1 taun aja waktu lulus dr ITB rasanya ogah banget. Mungkin klo gw ga jadi PNS dilembaga riset ini (BPPT) anggapan itu msh bertahan di otak gw J .

 

Oke cukup kyaknya mukadimah nya, sekarang langsung ke intiyg mau gw share di notes ini, yakni tentang proses seleksi beasiswa LPDP. Ohiya, notes ini merupakan note ke 2 gw tentang pengalaman berproses panjang menjadi scholarship hunter, setelah sebelumnya gw bikin notes tentang head tohead IELTS n TOEFL-IBT. Mungkin kedepannya gw bakal bikin lanjutannya, walaupunsecara alur waktu ga berurutan, kyak notes ini J.

 

Oke let’s we start. Tahun 2013ini juga bisa dibilang tahun yg berkah bgt buat gw, setelah tahun 2012 lalu gwdapet kesempatan beasiswa pelatihan IELTS di Denpasar, Bali selama 3 bulan dr Kemenristek. Kesempatan ini membuat gw cukup pede buat apply beasiswa lua rnegeri, pembuktiannya ya di tahun 2013 ini. Di awal tahun 2013, setidaknya ada 3 beasiswa luar negeri yang rencana nya akan gw apply dalam waktu dekat: beasiswa Riset Pro dari Kemenristek, Monbusho Kedutaan besar Jepang (Mext G2G),dan beasiswa LPDP. Sesuai urutannya, satu persatu beasiswa diatas gw apply.Knapa tahun 2013 ini gw bilang tahun yang berkah buat gw selain karena faktor kesiapan bhs inggris gw setelah ikut pelatihan thn 2012 adalah krn ke-tiga aplikasi beasiswa yg sy apply diatas membawa sy hingga ke final step, yakni proses wawancara. Hal yg belum pernah sy dapatkan sebelumnya. Alhasil, gw harus“intensif” istikharah buat nentuin keputusan, dan LPDP lah jawaban dari Nya.

 

Berbicara tentang LPDP,yg diinisiasi oleh salah satu “lembaga” dibwah Kemenkeu RI, mungkin nama ini kurang familiar bagi scholarship hunter. Yup beasiswa ini emang baru taun pertamanya. Ketika dapet info ini gw ga terlalu tertarik untuk apply, karena pikiran gw langsung terbayang dengan beasiswa SPIRIT yang dikelola oleh BAPENAS buat sekolah di luar negeri, tapi beasiswa ini terbuka hanya untuk PNS dr dept/lembaga tertentu, bukan dr lembaga riset. Tapi setelah gw liat ternyata beasiswa ini bebas untuk umum, tanpa memandang status pekerjaan, PNS/non PNS,expert/fresh grad, swasta/wiraswasta, dll. Mungkin yg ada adlh kualifikasi batas atas umur, dan kemampuan Bhs Inggris. Buat detailnya bisa dibuka web nya –> donlot buku panduannya –> BACA dengan teliti –> buat akun pendaftaran.Mungkin ini step awal yg perlu dilakukan.

 

Oke gw bakal cerita singkat tentang pengalaman yg gw alami saat apply beasiswa ini. Setelah melakukan step 2diatas, gw mulai dengan tahap aplikasi online (administrasi). Di tahap adsministrasi ini kita diwajibkan membuat akun, lalu mengisi form nya secara online. Format CV/riwayat hidup yang harus kita isi bisa dilihat di buku panduan tapi untuk mengisi tetap harus online. Bila kita tidak bisa menyelesaikan proses input data di CV ini secara online dalam satu tahap, tenang aja, data bisa di save, lalu next time kita bisa login lagi untuk mulai input sisa yg blm kita isi. Diawal, untuk aplikasi beaiswa S2/S3 luar negeri, mereka punya lis tdaftar Negara n univ yg bisa dipilih. Kita diminta untuk milih salah satunya.Ada beberapa kasus dimana univ tujuan ga ada di list, trus mereka coba diskusikan hal ini ke pansel LPDP, setelah mreka dinyatakan lolos danmendapatkan beasiswa ini. Masalah LOA, tdk mengapa klo kita tidak punya LOA druniv luar, itu hanya optional, hanya saja bila kita punya LOA walaupun conditional LOA apalagi conditional LOA, akan menambah nilai jual. gw sendiri upload conditional LOA dr Tokyo univ yg sy dpt waktu applybeasiswa taun lalu. Walupun di akhir proses setelah pengumuman gw harus pindah kampus ke Tokyo Institute of technology (rencananya) karena ada sdikit mslh disini.

 

Ga cuma input data, kita juga diminta mengupload dokumen2 pendukung kyak ijazah, toefl, surat rekomendasi,surat izin studi dr atasan, proposal riset/rencana studi, Letter of Acceptancedr univ di luar (jika sudah ada), dll. Jadi sama sekali ga ada dokumen hard copy yg harus dikirim ke kantor LPDP saat step ini. Satu lagi, setelah aplot2 dokumen selesai, kita diminta nulis essay tentang beberapa topic, yakni rencana studi (ga jauh beda dengan isi dr rencana studi yg kita upload di dokumen sblumnya), peran ku untuk Indonesia, dan arti kesuksesan. ketiga essay tsb ada batas maksimal karakternya. Bisa langsung diisi di halaman akun kita, atau copy paste dr file word yg udah kita buat sebelumnya, trus tinggal dirapihin deh.Selesai sudah fase administrasi, tapi jangan lupa, klik tombol SUBMIT untukmengkonfirmasi bahwa berkas adm kita sudah final (tdk bisa diedit lg) dan bisa diriview oleh panitia apakah layak dipanggil tahap wawancara atau tidak.

 

Ga lama setelah klik tombol submit (2 mingguan), gw dpet notifikasi email bahwa gw lolos ke tahap wawancara di jkt. Tanggal n tempat detailnya blm ada sih, tp ga nyampe 2 minggu kmudian keluar undangan panggilan wawancara resmi nya. Ditahap ini, kita dimintamembawa hard copy dr semua dokumen yg kita upload, dari mulai ijzah/transkripakademik, Toefl/ielts, surat rekomendasi, srt izin studi, dll lah pokoknya. Ohiya, jgn lupa print out aplikasi kita (CV) dr akun yg telah kita buat jugabaiknya dibawa. Akhirnya “the Day” datang juga. Telah mengikuti seleksi wawancara di 2 beasiswa sebelumnya membuat gw makin PD menghadapi wawancaraini. PD dalam artian gw ga begitu grogi kyak pengalaman wawancara gw yg pertamadi awal thn 2013 (beasiswa Riset Pro-Kemenristek dan Monbusho). Gw cukup well prepare lah,krn secara bahan persiapan udah lumayan, tinggal mengulang aja prediksi2 pertanyaanyg mungkin akan keluar dan memantapkan jawabannya, terutama tentang riset gw,urgensinya, apa yg akan gw lakukan stelah studi, dll. Oh iya, waktu gw kpanggil wawancara monbusho, gw cukup kebantu dengan review/share beberapa blog ygpernah ikut seleksi beasiswa ini sampai tahap wawancara.  Disana banyak di share tentang kondisi tekniswawancara hingga daftar pertanyaan nya sekalipun ada. dan Anda tau, 99,999%pertanyaannya sama plek dengan draft pertanyaan yg telah sy kumpulkan drbeberapa blog yg say abaca. hanya satu pertanyaan dr interviewer Indonesia ygextend hingga ke teknis riset gw, yakni sampai mekanisme apoptosis sel kanker J. Ini juga yg gw lakukan saat prepare wawancara LPDP. Dan ternyata ada hal unik yg gw temui disini, berbeda dengan pengalaman wawancara gw sebelumnya, yakni adanya seorang psikolog untuk lebih menggali info kepribadian gw. Selain dapet info dariinternet (just using keywords “wawancara LPDP”) kbetulan di lab ada temen ygbaru saja kpanggil wawancara hanya di batch 4 LPDP, sedangkan gw masuk ke batch 5. Info berberda lainnya adalah terkait suasana interview itu sendiri dan contoh pertanyaan yg extraordinary mnurut gw J. Yup, di blog tsb gw kaget klo memang suasana nya memang bergama bgt, ada yg interviewernya baik dan ketawa-ketawa selama interview, ada yg ampenangis-nangis karena agitasi-agitasi selama wawancara. Yg punya blog bilang klo selama diinterview dia merasa dipertanyakan tentang kepribadian dan urgensinya sekolah lagi. Dari sini gw berpikir harus prepare lagi terutama nyiapin mental.J Pertanyaan selanjutnyayg beda adalah tentang pertanyaan2 terkait nasionalisme, permaslahan internalbangsa, dll. hal ini memaksa gw untuk buka2 web nya kemenkeu, minimal tau lahsiapa menkeu sekarang J

 

Dari hasil searching tsb,ternyata memang benar adanya apa yg disampaikan di blog2 yg terkait interview LPDP. Ketika hari H, sebelum dipanggil wawancara, ada briefing singkat tentangapa itu LPDP, gmana proses selaksi secara garis besar, visi-misi, dll drperwakilan LPDP. Hal penting yg disampaikan adalah gimana mekanisme penilaian apakah kita layak dapet beasiswa ini atau tidak setelah hasil wawancara. Mereka bilang klo mereka memakai standar nilai, dalam arti hasil wawanccara kita akan dikuaintifikasi dengan formula yg LPDP punya. Klo nilai tsb melewati batas minimal yg mereka set, brarti kita lolos. Artinya, disini ga ada persaingan langsung antar aplikan, mengingat kuota yg diberikan sangat banyak (denger21500 orang buat total beasiswa S2/S3 dan beasiswa dana riset tesis/disertasi) dan proses seleksinya yang ber-batch-batch, tdk serentak. Beda dengan beasiswa2 yg pernah sy ikuti sblumnya.

 

Stelah briefing kita dipanggil satu persatu untuk verifikasi berkas. Panitia meminta kita menunjukan semua berkas yg kita bawa, sesuai chek list yg panitia berikan ke calon peserta wawancara. Setelah oke, kita diminta menunggu ke meja wawancara. Di dalem ruangauditorium tsb ada banyak meja, dan kita telah diarahkan menuju meja tertentu sesuai dengan keahlian interviewer (professor dan dosen univ) dan bidang minat kita.

 

Sampailah di giliran gw,dibelakang meja telah menunggu 3 orang interviewer, yg ternyata 1 orang psikolog, dan 2 orang akademisi. Kesemua nya bapak-bapak. Baru satu menit duduk ditanya nama n asal kampus n tempat kerja, gw diminta nyanyi padamu negeri dan salah satu lagu kampus, mars/hymne, boleh himpunan atau ITB. Test mentaldimulai…Jlebbbbbb, lagu padamu negeri dengan versi kebalik-balik (mengabdi,berbakti, berjanji) pun dengan lantang dan penuh penghayatan gw nyayiniin disalah satu auditorium dhanapala yg luas itu. Setelah itu gw milih lagu“mentari” lagu paling berkesan selama menjadi mhsiswa ITB, tapi sayang, mrekaminta lagu laen. Untungnya gw msh hapal lagu hyme HMF Ars Praeparandi, lancer jaya lah. Feeling gw sih salah satu interviwernya alumni farmasi ITB juga, atau minimal alumni ITB lah. Dia ngerti bgt tentang riset Drug lelivery system yg bakal gw ambil di Tokyo univ.

 

Di sesi pertama gw diminta“introduce myself” in English selama 2 menit, tentang background pendidikan dan kerja, serta rencana kedepan stelah lulus. Mungkin dari 45 menit sesi wawancara gw, hanya sesi ini yg full bhs inggris, sisanya campur2 Ind-english, mostly bahasa. Berbeda dengan wawancara Riset Pro di BPPT yg full Indonesia, dan monbusho di kedubes jepang yg full English. Stelah itu, mulai pertanyaan detail tentang riset gw. Ditanya knapa ambil bidang tersebut, urgensinya, state of the art nya, dan hal2 detaillainya. karena dia mengerti tentang bidang yg gw mau ambil, wawancara berkembang jauh sampai ke detail nya. Salah satu “senjata“ yg gw punya ketika pertanyaan sudah menyerempet hal2 teknis riset adalah dengan menunjukan proposal riset gw yg emang udah gw bikin sangat detail waktu apply beasiswa Monbusho U2U desember taun lalu (status gagal). Ini menurut gw cukup membuktikan klo kita punya concrete plan buat sekolah lagi. Next question nya adalah knapa milih Tokyo univ serta pengalaman nyoba/apply beasiswa sebelumnya. Pertanyaan lain adalah terkait rencana setelah pulang nanti dr Tokyo nanti. Setelah menjelaskan rencana setelah studi buat balik ke BPPT, ngembangin bidang keilmuan, blablaba, sempet diledek dengan anekdot, “ah, orang BPPT, palingan abis sekolah juga pada kabur ke Malaysia jd dosen”. Cukup tertohok sih, tp disinilah yg gw sebutkan diatas terjadi, mereka mulai mencoba mengagitasi pendapat gimana kita meyakinkan pendapat kita dengan se-cool  mungkin. Untungnya gwudah prepare sebelumnya. Dari hasil obervasi gw di blog2 yg share cerita pengalamannya, ada juga peserta yg merasa emosi/kepancing dengan agitasi2pewawancara  J.

 

Pertanyaan memasuki ranah pribadi. Ditanya tentang keluarga, orang tua, dll. Oh iya, selama proses wawancara, interviewer megang laptop yg bisa mengakses data online kita, jadimake sure anda “menguasai” point2 apa yg anda telah tulis waktu daftar onlinesblm wawancara. Pertanyaan terakhir juga menyinggung radsa nasionalisme,kontribusi kita ke Negara, serta essay2 yang telah kita tulis. Saran gw, baca juga essay yg sudah anda buat. Daftar kegiatan sosial kemasyarakatan yg kita isi waktu online tahap adm juga menjadi point penting (menurut gw).

 

Akhirnya, selesai juga proseswawancara. Mereka bilang klo hasil final akan diumumkan 2 minggu mendatang. Yup,lega, plong sudah, tinggal berdoa semoga ini memang yg terbaik buat gw, sampaiakhirnya datang juga pengumuman final tersebut, hanya 10 hari berselang, dan nama gw ada di salah satu SK yg diumumkan. Alhamdulillah.

 

Setelah pengumuman final sbenarnya ada satu test tahap lagi, yakni pelatihan kepemimimpinan selama 10 hari. Buat yg alumni ITB pasti tau seperti apa prosesnya :0 mirip lah ama diklat pim yg diselenggarain WRM waktu maraknya kasus ospek2 liar himpunan diITB (sotoy gw). Setelah mengikuti proses wajib itulah sebenernya kita secara resmi dikatakan penerima beaiswa LPDP dan menerima Letter of Guarantee dr LPDPyg bisa kita pake saat apply univ di luar negeri.

 

Oh iya, salah satu keunikan beasiswa ini, bagi yg belum punya LOA dr univnya, mereka yg telah dinyataka nlolos mendapatkan beasiswa ini diberi waktu 1 tahun untuk cari univ terhitungsetelah pengumuman final. asik kan? gw sendiri skrng lg otw cari univ baru danberencana start study april 2014 jika tidak halangan.

Mungkin cuma ini yg bs gw share terkait pengalaman gw ikut seleksi beasiswa LPDP ini. Maaf klo kpanjangan. dan smoga gw masih bisa nulis pengalaman2 lainnya yg minimal berguna bagi gw n orang2 terdekat gw. Thanks a lot buat semua yg banyak dukung gw J

 

link penting:

http://www.beasiswalpdp.org/

peringkat univdunia 200 besar buat milih univ:

http://www.timeshighereducation.co.uk/world-university-rankings/2012-13/world-ranking/range/001-200

Advertisements

13 thoughts on “Akhir sebuah penantian, Awal perjalanan baru [Beasiswa LPDP]

  1. waaah…saluuttt perjuangannya hebat. pantang menyerah!
    karena memang hanya itulah modal utama para pejuang beasiswa dapetin mimpinya ya
    saya masih usaha neh walau belum nembus rekor 8kali daftar aneka rupa

    btw pas wawancara atau PK kmrn ktmu tmn dokter jg gk ya, apalagi yg mo ngmbil spesialis. sy nyari gk nemu2 neh hehee

    sukses selalu y

    • Hello avis, thx kunjungannya :)..saya muti, istri nya rizal, yang jd admin blog ini 🙂 nanti saya tanyakan ya pertanyaannya pernah ketemu dokter/ngga yang ikutan beasiswa lpdp jg :D..klo ada waktu jg dia suka ikutan. komen langsung sih. smg sukses selalu

  2. Dear Elmuttaqien,

    Saya berencana untuk mengikuti wawancara beasiswa RISETPRO dari KemenRIstek pada bulan Agustus 2014 ini, boleh minta saran ga apa aja yang harus dipersiapkan? Klo masih ingat siy beberapa pertanyaan yang biasanya ditanyakan.

    Terima kasih sebelumnya.

    Salam

    • RISET Pro waktu sy apply taun 2013, kewenangan ada di pihak LPNK masing2, mulai dr gmana proses selksinya sampai proses wawancara dilaksanakan oleh LPNK. pihak kemeristek hanya nerima nama final yg akan berangkat ke luar negri sesuai kuota masing2 lembaga.

      nah klo taun 2014 katanya kebijakan berubah ya? seleksi dilakukan terpusat oleh ristek, pihak LPNK hanya mengsusulkan sejumlah kandidat (2N, N=jumlah kuota masing2 LPNK) trus nanti ristek yg akan mnyeleksi mulai dr psikotest, TPA, sampai bhs inggris, dan intervew.

      Klo mnurut saya, tipikal interviewer indonesia itu sama, mencoba menggali sangat dalam info dan kemmapuaan si aplikan, sambil agak mempertanyakan dan sesekali menjatuhkan mental” untuk mengevaluasi kesiapan psikis si aplikan.

      itu yg sy alami waktu interview LPDP dan riset pro dilembaga saya. mungkin saja berbeda sih 🙂

  3. klo pertanyaan pas wawancara, setipe sama tulisan saya waktu wawancara LPDP, muli dr riset, prospek riset kedepan, rencana karir setelah beres kuliah, masalah keluarga, dll.
    knapa milih univ tsb, persiapan yg udah dilakukan, pokonya a sampai z deh 🙂

    klo ga ada psikolog malah lebih enak..LPDP agak serem wawancaranya krn ada psikolog, bisa maenin mood kita 🙂

  4. Pingback: Saga di dalam Polemik LPDP | Dipa Nugraha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s