Ke Tokyo, Yuk!!

Kebetulan banyak teman dan saudara yang akan datang ke Tokyo. Nah sekalian aja saya tulis tips jalan-jalan ke Tokyo disini 🙂

DO :

  1. Bahasa Inggris ga laku, hehehe. Kalau kamu ke sini tanpa teman/guide & kamu ga bisa bahasa Jepang, wajib deh bawa kamus. Setelah sempat frustasi krn ga bisa komunikasi dengan kebanyakan orang disini, baru saya paham justru karena ini negara maju, semua sudah disediakan dgn bahasa & tulisan Jepang, jadi mereka ga perlu bisa bahasa Inggris. Semakin kita berusaha mengulang pengucapan bahasa Inggris dgn benar, mereka semakin ga ngerti karena jenis huruf romawi vs jepang saja sudah beda. Mereka mengerti bahasa Inggris yang sudah di bahasa Jepangkan, misal : elevator => erebeta. escalator => esukareta. chocolate => cokoreto.Kalau kamu beruntung bisa kenal dengan orang Jepang yang bisa bahasa Inggris dengan lancar, biasanya mereka pernah tinggal di negara lain. Kalau kita kan rata2 lulusan S1/SMA saja sudah bisa lah bahasa Inggris walaupun sedikit-sedikit 🙂
  2. Masalah bahasa ini jadi penting banget terutama buat muslim untuk mencari makanan halal.

Resto halal bisa di cari di :

  •            http://www.muslim-guide.jp/restaurant/
  •            http://halalnavi.com
  •            http://www.halalmedia.jp/archives/944/list-halal-restaurant-bento-online-store-japan/

Berikut fanpage/grup facebook yang mereview produk halal/boleh dikonsumsi muslim :

Panduan huruf kanji halal-haram bisa dilihat di :

Daftar toko penyedia bahan pangan Halal

a. Ninomiya

Click to access 201507_catalog.pdf

b. Baticrom
http://baticrom.com

c. Toko Indonesia
http://toko-indonesia.org

d. Nasco
http://www.nascohalalfood.com

e. Smile Infinity
http://www.smile-8.jp/

f. Sonali
http://www.onlinehalalfood.com

g. Al Flah
http://www.al-flah.com

h. Probashi
http://www.probashihalalfood.com

i. Al Azhar
http://mall.azhar.jp/oc/

Kalau mentok ga nemu resto yang halal certified (karena memang hanya di beberapa tempat), biasanya saya pilih resto yang kelihatannya bukan resto makanan Jepang (karena kebanyakan makanan Jepang tidak bisa dimakan oleh muslim), terus nanya : “Niku (daging) to (dan) arukooru (alkohol) ga haitteinai (tidak mengandung) menyuu (menu) wa arimasuka (ada ga) ?”
3.  Bawa alas solat, bisa tiker/plastik tebal, yg penting bisa dilipat. Walau sekarang beberapa tempat sudah menyediakan ruangan sholat, seperti bandara & restoran halal, tapi jumlahnya masih sedikit. Tempat favorit kami biasanya di pojokan taman, pojokan tangga darurat, pernah juga terpaksa di stasiun, yang penting usahakan tidak di tempat yg ramai/lalu lalang orang.

Buat muslimah, pakai jilbab panjang dengan rok uda paling enak jadi gausa ganti mukena lagi 🙂

4. Wudhu di wastafel perlahan, usahakan tidak banyak air yg menyiprat ke meja wastafel/lantai. Lap air yg menyiprat dengan tissue. Kebiasaan orang Jepang, toilet & wastafel nya selalu dlm keadaan bersih & kering.

5. Kalau susah melepas kaos kaki, mengusap kaos kaki saja sudah cukup, dengan syarat ketika memakai kaos kaki itu kita sudah dalam keadaan berwudhu (utk bermukim, diizinkan mengusap tanpa membuka kaos kaki selama sehari semalam, utk safar 3 hari). Jadi walau sudah batal wudhu, kita tinggal menyeka kaos kaki dgn sedikit air saja saat wudhu.

6. Orang Jepang benar-benar tertib dalam banyak hal. Biasakan kita juga tertib, antri, sabar menunggu giliran (tidak berdesakan) saat akan menaiki kereta/bus/elevator/eskalator/fasilitas umum lainnya. Berikan jalan untuk orang lain keluar dari kereta/bus/elevator terlebih dahulu, setelah itu baru kita masuk sesuai antrian.

7. Elevator boleh digunakan untuk ibu hamil, ibu yang membawa anak kecil, orang tua, orang berkebutuhan khusus (menggunakan tongkat/kursi roda). Kalau kamu bukan termasuk yg disebutkan itu, naik eskalator/tangga aja ya 🙂

8. Di tiap ujung gerbong kereta juga biasanya ada tempat duduk khusus untuk ibu hamil, ibu yang membawa anak kecil, orang tua, orang berkebutuhan khusus (menggunakan tongkat/kursi roda). Kalau kamu bukan termasuk yg disebutkan itu, duduk di tempat yang lain/berdiri aja ya 🙂 Orang Jepang juga ga fanatik kok ama tempat duduk, ga akan dulu-duluan berebut tempat duduk kosong. Sering juga terlihat banyak orang berdiri padahal ada bangku yang kosong.

Melihat saya dan anak saya (1 bayi di stroller, 1 umur 5 tahun) berdiri, mereka sering menawarkan tempat duduknya yang kemudian dengan senang hati kita sambut, hehe. Tapi giliran suami saya menawarkan tempat duduknya ke ibu Jepang yang menggendong bayi/orang tua, mereka menolak. Katanya sih, kalau mereka menerima tawarannya berarti meng-iyakan kalau mereka sudah tua banget.hehehe.

9. Beri jalan/duduk jika kamu melihat ibu hamil, ditandai bukan dgn perutnya tapi dgn pin bergambar ibu dan anak yg biasanya di gantung di tas. Saya pernah “terselamatkan” karena pin ini. Waktu itu kereta penuh sekali, saya sedang hamil tapi perut ga kelihatan besar karena tertutup jaket. Tapi mungkin karena orang ini melihat pin saya, dia memberikan tempat duduknya ke saya 😀 yeayy hehehe

images

Pin ibu hamil di Jepang

10. Umumnya, orang-orang berdiri di eskalator bagian kiri. Eskalator bagian kanan untuk orang yg ingin mendahului.

11. Pastikan baju yang dibawa sesuai musim ya.

Musim dingin (suhu 0-dibawah 10) : bulan Des – Mar. Wajib pakai jaket winter ya, banyak kok yang jual di Indonesia. Kalau mau yang murah banyak juga kok yang jual bekas hehe, salah satunya dulu saya pernah beli juga di Plaza Bintaro, Tangerang.

Kalau mau sabar sedikit, lebih baik beli barang bekas di Jepang karena lebih banyak pilihan, lebih bagus & lebih murah juga. Yang paling terkenal toko pakaian bekas mode-off. Ada juga hard-off untuk perlengkapan rumah, book-off untuk toko bekas, hobby-off untuk toko mainan bekas.

Untuk yang tahan dingin sih, bulan Maret bisa juga turun grade ke jaket autumn, seperti saya 😀

Musim semi (suhu belasan-20an) : bulan April – Mei.bisa pakai jaket yg biasa dijual di Indonesia.

Musim panas (suhu mendekati 30) : Juni – Sept.bawa baju paling tpis yang kamu punya hehe asal ga nerawang :p

Musim gugur (suhu belasan) : Okt-Nov. Umumnya pakai jaket yang lebih tebel dari yg biasa dipakai di Indonesia. Kalau untuk yang ga tahan dingin, bisa mulai pakai jaket winter.

12. Cek perkiraan cuaca di : http://www.jma.go.jp/jma/indexe.html.

Kalau hujan, baiknya beli payung besar (bukan payung lipat). Payung lipat cuma bisa dipakai kalau hujannya malu-malu alias gerimis. Hujan gede dikit, ditambah angin dijamin kebolak balik payungnya hehe.

Orang Jepang update banget ama perkiraan cuaca, jadi berasa saltum (salah kostum) klo liat orang lain bawa payung dan pakai sepatu boot tapi kita ga bawa apa2.

13. Satu lagi sifat baiknya orang Jepang, kalau kita naik elevator, mereka pasti dulu-duluan jadi penjaga tombol , mempersilahkan orang lain keluar duluan dan menjadi yang terakhir keluar. Kalau ada yang mau masuk, setelah keluar dia akan jagain pintu nya supaya ga ketutup. Segitu baiknya ya 🙂 Ga ada salahnya ya meniru sifat baiknya orang Jepang 🙂

14. Tempat wisata murah bisa cek di :

15. Karena frekuensi jalan kaki akan meningkat drastis dibanding kita di Jakarta, paling nyaman sih pakai sepatu olahraga. Biarin ga matching atas gamis/dress bawah kets, yang penting nyaman. Note : Semua sepatu cantik yang saya bawa dari Indonesia dalam beberapa kali pakai langsung jebol hehehe.

16. Layanan internet paling enak sih sewa portable wifi/modem di bandara. Keluar bandara dijamin pusing karena jarang yang bisa bahasa inggris. Dari pengalaman sepupu yang kemarin datang, hargmalah hampir sama aja dibanding mengaktifkan layanan roaming internasional, dan sinyalnya lebih bagus wifi yg disewa di Tokyo.

17. Asal internet sudah on, asik deh bisa jalan2 sendiri naik kereta/bus dgn bantuan googlemap.

Yang penting diketahui :

  • Perhatikan arah tujuan kereta
  • Umumnya kereta ada 3 jenis : lokal, semi express, express.  Express hanya berhenti di stasiun besar, lokal berhenti di semua stasiun, semi express kombinasi antara express&lokal. Nah keterangan jenis kereta ini ga ada di google map, tapi ada di board di tiap stasiun. Di board ini kita bisa lihat stasiun tujuan kita dilewati kereta jenis apa aja. Jenis kereta juga bisa dilihat di layar/display yg menampilkan jadwal kereta, sabar aja biasanya displaynya gantian menampilkan bahasa jepang&inggris. Biasanya kereta local ditandai dgn huruf hijau dan kereta express dgn warna merah. Di dalam&luar kereta juga biasanya ada display yg menunjukkan jenis kereta.
  • Beruntung di dalam kereta pengumumannya sudah ada dalam bahasa Inggris. Sebelum berhenti akan diumumkan nama stasiunnya dan di pintu mana (kanan/kiri) kita harus turun.
  • Untuk bis, ketika nama pemberhentian yg dituju sudah disebut, silakan pencet tombol yg ada di tiap tempat duduk. Bus hanya akan berhenti jika ada penumpang yang pencet tombol.

18. SIM card disini umumnya sistem paket/kontrak/cicilan dengan hp nya, jadi ga kaya di Indo yang bisaa beli SIM card terpisah.

DONT’s :

  1. Menaikkan kaki ke wastafel saat wudhu di tempat umum.
  2. Nelpon/ngobrol heboh/membiarkan anak nangis di kereta/bis. Dijamin salting (salah tingkah) klo ditatap tajam sama orang Jepang.
  3. Lampu penyebrangan jalan ada 3 jenis : merah – berhenti, hijau – jalan,  hijau kelap kelip – dulu ini saya pikir boleh aja jalan, ternyata lebih baik kita tunggu lagi sampai lampu hijau tanpa kelip menyala lagi 🙂

Sekian, semoga bermanfaat 🙂

 

Perayaan Akhir Tahun di Jepang (2)

Dari hasil ngobrol2 saya dengan Sensei Nihongo (yg untungnya bisa bhs Inggris), sebenarnya orang Jepang lebih mengutamakan perayaan di Tahun Baru, seperti bikin kue moci & makan bersama keluarga di tgl 1 Jan, bersih2 rumah seblm tgl itu, dan utk yg masih muda jg heboh di luar rumah pas malam tahun baru nya.

Nah, kita kebagian nih ngeliat perayaan kue moci/rice cake party di TK Rafan :). Sayang nya saya ga motret 1 per 1 foto proses pembuatan moci yg dilakukan di halaman sekolah Rafan, krn hujan gerimis & dinginnn bgt ga sanggup lepas sarung tangan untuk megang gadget :S

Ini kelas Rafan, Shuzuran, sdg bersiap2 mau numbuk moci :)

Ini kelas Rafan, Shuzuran, sdg bersiap2 mau numbuk moci 🙂

Note : Anak yg lg pegang pintu ini idola nya Rafan, hehe..nama nya & cerita nya paling pertama & sering disebutin klo plg sekolah, heheh..Namanya Duna-chan, anaknya emang keliatan lebih kecil & masih pake pospak (hehe ini yg bikin Rafan sering bgt cerita ttg duna-chan, anak cewe di sekolah yg masih pake popok soalnya masih kecil, heheehhe 😀

1 grup isi 3-4 orang, gantian numbuk moci :)

1 grup isi 3-4 orang, gantian numbuk moci 🙂

Nah ini numbuk benerannya sampe 5x, dibantu sama ibu2 PTA

Nah ini numbuk benerannya sampe 5x, dibantu sama ibu2 PTA

Setelah semua anak kebagian menumbuk moci, saatnya anak2 menikmati hasil karya moci nya :). Sebelumnya, anak2 kelas besar sudah memasak/mengisi moci dgn beberapa isi/rasa. Lalu, anak kelas kecil tinggal duduk manis menunggu anak kelas besar membagikan moci2 yg mereka bikin ke anak kelas kecil..Hii..so sweet bgt ya 🙂

P_20141216_120920

Anak kelas besar (pake apron & scarf di kepala) membagikan moci hasil bikinannya ke anak kelas kecil yg duduk manis di meja nya 😉

 

Note : Ini selain krn kualitas camera yg standar, hehe, foto2nya ga banyak krn ga enak banyak2 motret, krn kabarnya di Jepang ini kan sangat menghargai privasi/apa ya istilahnya, hehe kok nge-blank. Ga kaya di Indo yg bisa asal jeprat jepret, trus di upload di sosmed. Sebaiknya sih memang minta izin dulu sama empunya muka kalau mau ditampilin ke web/sosmed lain , masalah nya saya ga bisa komunikasi sama mereka jadi susye deh..gpp ya mdh2an ga ketauan hehe bandel :o.

Waktu saya & teman2 les bahasa Jepang pergi ke pusat simulasi gempa di Yokohama, sensei nya aja sampe nanyain 1 per 1 orang yg ada mukanya difoto, boleh ga di publish di web gt 🙂 huu terharu

 

Oh iya, para orangtua juga sempat nyobain moci nya. Jadi moci itu ternyata dari beras yg digoyang2, trus ditumbuk, sampe halus jd moci, baru deh dikasih rasa sesuai selera. Moci yg saya coba cuma dikasih nori & di celup ke kecap asin. Tapi walau sederhana, enakkk gurihh (apa laper, apa doyan :p). Sebelum makan, jgn lupa nanya dulu ke ortu yg bisa bhs Inggris ya. Asal dia bilang ga ada alkohol/dagingnya, bismillaah aja di makan 🙂

Ini juga saya ajarin ke Rafan, dan pulang sekolah dia cerita klo dia nanya ke sensei nya pas dibagiin mochi : “Halal..halal?”/”Moci halal..” kata gurunya..Alhamdulillaah tambah pinter Rafan, terharu lagi 🙂